Yayasan Persekolahan Terbaik di Kota Depok Kehilangan Tokoh Penting Ini, Seorang Pelayan Luar Biasa di Gereja Katolik

Santatheresiadepok.sch.id – Komunitas persekolahan Katolik Santa Theresia Depok dan komunitas gereja Katolik di Paroki Santo Herkulanus Depok sangat berduka atas berpulangnya ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa seorang tokoh terbaik, Pius Sani Herin pada Kamis (8/1/26) akibat serangan jantung saat dini hari.

Pius adalah tokoh sangat penting bagi Persekolahan Katolik Santa Theresia Depok yang menaungi PG/TK, SD, dan SMP Santa Theresia. Dia adalah Ketua Pembina Yayasan Yohanes Paulus Depok (YYPD), yang menaungi Persekolahan Santa Theresia Depok.

Yayasan ini dibentuk pada 16 Juli 1980, kemudian menetapkan Akta Pendirian (No:14) pada 11 September 2012, dan mendapat pengesahan dari Kemenhukham.

Yayasan ini menaungi persekolahan Santa Theresia Depok–TK St.Theresia (berdiri 1980), SD St. Theresia Depok (berdiri 1982), SMP St. Theresia Depok (berdiri 2005), dan Play Grup (berdiri 2008).

Yayasan dan Sekolah Santa Theresia Depok didirikan oleh almarhum Pastor Koesnan, OFM, almarhum Ignatius Sartono, almarhum Andreas Wuarbanaran, dan almarhum Fortunatus Saleh.

Tahun 1997, Yayasan ini (sebelumnya dikenal sebagai Persatuan Orang Tua Murid dan Guru/PMOG St. Theresia) dipimpin oleh almarhum Anton Semara Duran, dibantu oleh Sekretaris (Ign. Djoko Irianto) dan anggota–Pius Sani Herin, Peter Bataona, Laurentius Chen, Simon Zelotes.

Tahun 2001, Romo Vitalis Nonggur, OFM menugaskan Ibu Matutina dan Bp. Ambrosius Salam Mintardjo sebagai Pengurus Yayasan tanpa dana awal.

Tahun 2001 juga, Romo Vitalis Nonggur, OFM yang kemudian digantikan oleh Romo Aloysius Murwito OFM menugaskan Peter Tedu Bataona dan Pius Sani Herin untuk mengurus “legal standing” Yayasan Pendidikan Yohanes Paulus.

Tahun 2003 (September), almarhum Anton Samara Duran ditetapkan sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Yohanes Paulus.

Tahun 2004 (18 Februari), dibentuklah panitia pembangunan gedung sekolah Santa Theresia dengan SK Pastor Kepala Paroki Santo Herkulanus, Pastor Gabriel Geri Maing, OFM.

Tahun 2020, sepeninggal almarhum Anton Samara Duran, Ketua Yayasan Yohanes Paulus Depok (YYPD) dipercayakan kepada Simon Zelotes.

Pius Sani Herin adalah sosok yang penuh totalitas mengambil peran sangat penting dalam perkembangan (sejak berdiri) Persekolahan Santa Theresia, persekolahan Katolik berikut Yayasan yang bertumbuh bersama pelitnya persoalan dan beragam dinamika.

Pius konsisten berbicara tentang pentingnya pendidikan, karakter siswa, dan peran guru, menekankan nilai-nilai Pancasila dan kemerdekaan dari kebodohan dalam konteks pendidikan. Ia dianggap sebagai figur penting dalam komunitas sekolah ini, menyerukan guru untuk memberi teladan.

Romanus Muda Kota, pengawas Yayasan Yohanes Paulus Depok, sangat mengapresiasi Pius (selama 11 tahun bekerjasama di Yayasan) yang sangat total dan tulus terus mendorong Sekolah Santa Theresia menjadi sekolah terbaik di Kota Depok.

“Dia (Pius-red) adalah seorang yang punya hati putih murni utk perjuangkan yayasan dan sekolah jadi terbaik, tanpa tendensi pribadi.

“Hasilnya sudah mulai kelihatan–diakui salah satu pengawas Dinas Pendidikan Kota Depok, bahwa Yayasan Yohanes Paulus Depok adalah yayasan terbaik untuk sekolah di Kota Depok.

“Dia selalu terlibat dalam setiap urusan yayasan berkaitan sekolah, monitoring, pengawasan makro, berpikir sampai teknis operasional.

“Kami sambut dia dengan senang hati, gembira. Meski banyak perbedaan, dia bisa selesaikan dengan kedewasaan dan matang.

“Kami merindukan tawa ceria, dan kami kehilangn seorang leader. Dia juga punya orientasi, terpangil urus koperasi agar hak-hak orang akan perumahan di sana (Pasir Putih-red) benar secara hukum. Dia punya hati murni dengan koperasi itu.

“Kami di yayasan meneladani dia agar kami tetap on the track. Yayasan jadi ladang pendidikan umat katolik, khusus untuk menengah ke bawah (option for the poor).

“Itu visi yang dibangun. Ini poin penting kehadiran Pius. Hanya memang takdir, dia pergi tanpa pesan apa pun. Tapi kami dapat banyak nilai dari dia. Ini (tanpa Pius-red) tantangan baru bagi kami,” ujar Romanus.

Pelayan Luar Biasa

Pastor Paroki Santo Herkulanus Depok, RD. Agustinus Surianto Himawan, sangat mengapresiasi pelayanan oleh Pius untuk umat dan Gereja, begitu lama menjalani tugas sebagai Pelayan Luar Biasa (PLB), membantu pastor membagikan hosti (Tubuh Kristus) kepada umat.

Romo Agus mengatakan Pius begitu aktif hadir misa setiap pagi di Gereja, dan usai Misa dia mengunjungi orang sakit dan usia lanjut untuk diberikan hosti.

“Pius seperti biji gandum yang mati, tapi kemudian tumbuh lagi dan menghasilkan buah berlimpah. Semoga muncul banyak penerus seperti Pius, menjadi pelayan luar biasa, sebuah panggilan istimewa dari Tuhan sendiri.

“Kita percaya bahwa tugas yang dilaksanakannya ini bukan sekedar dia ingin memuliakan dirinya dengan pelayanan tapi karena Tuhan ingin memakainya.

“Kita yakin hidupnya selaras dengan kehendak Tuhan maka seperti yang dikatakan dalam Injil ‘Berbahagialah mereka yang meninggal di dalam Tuhan’, terlaksana di dalam hidup pak Pius,” tutur Romo Agus, saat memimpin misa arwah untuk almarhum Pius di Gereja dan misa penguburan di Kalimulya pada Sabtu (10/1/26).*

Leave a Reply

17 − 7 =