Bukan Sekadar Upacara! Pengawas Yayasan Yohanes Paulus Depok Tantang Siswa Santa Theresia Buktikan Kesaktian Pancasila

Santatheresiadepok.sch.id – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Sekolah Santa Theresia Depok tidak dimaknai sebatas pelaksanaan upacara seremonial. Pengawas Yayasan Yohanes Paulus Depok, Tarsisius Yudi Pranoto, mengajak para siswa menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari karakter dan perilaku sehari-hari.

Menurut Yudi, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan bangsa dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara. Pada masa lalu, para pemimpin bangsa bersama masyarakat menghadapi berbagai ancaman terhadap keutuhan Indonesia dan berupaya mempertahankan Pancasila.

Namun, menurutnya, bentuk pengamalan Pancasila pada masa sekarang tidak lagi diwujudkan melalui perjuangan fisik. Bagi para pelajar, menjaga Pancasila dapat dilakukan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan sikap menolak perundungan atau bullying sebagai salah satu bentuk nyata pengamalan nilai Pancasila. Para siswa juga diajak untuk tidak memusuhi atau membenci teman yang memiliki perbedaan pendapat, melainkan belajar menghargai perbedaan dan membangun persaudaraan.

“Tidak menyontek, peduli terhadap teman, saling menghormati, menghargai guru dan karyawan, serta menghormati orang tua merupakan bagian dari bagaimana kita merawat Pancasila,” pesan Yudi kepada para siswa pada Apel Hari Kesaktian Pancasila di Sekolah Santa Theresia Depok pada Kamis (1/10/2026).

Ia menegaskan, Pancasila harus terus dirawat karena merupakan ideologi bangsa Indonesia. Nilai-nilainya diharapkan tidak berhenti pada hafalan atau materi pembelajaran, tetapi benar-benar menjadi dasar dalam berpikir, bersikap dan mengambil tindakan.

Karena itu, setiap langkah dan perilaku siswa diharapkan mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan di Sekolah Santa Theresia, kata Yudi, memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga mempunyai karakter dan semangat kebangsaan.

Dalam kesempatan tersebut, Yudi juga menyinggung perjalanan Sekolah Santa Theresia yang kini telah memasuki usia 46 tahun. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut bukan sesuatu yang mudah, tetapi telah menghasilkan berbagai karya, pengalaman, serta prestasi yang membanggakan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para guru dan seluruh jajaran sekolah yang selama ini telah berkontribusi dalam membawa Santa Theresia meraih berbagai prestasi. Penghargaan juga diberikan kepada guru dan karyawan yang telah mengabdikan diri selama 15 hingga 16 tahun.

Selain penghargaan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan, apresiasi juga diberikan kepada siswa-siswa yang berhasil meraih prestasi serta para pembimbing yang telah mendampingi mereka. Penghargaan tersebut dinilai menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh pihak dalam memajukan sekolah.

Yudi berharap Sekolah Santa Theresia ke depan semakin berkembang, semakin berprestasi dan semakin kuat dalam membangun karakter peserta didik. Ia juga berharap sekolah tersebut semakin dicintai oleh masyarakat dan menjadi lembaga pendidikan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Ia mengajak seluruh keluarga besar Santa Theresia untuk terus menjaga semangat dalam meraih cita-cita dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Baginya, kemajuan sekolah tidak hanya diukur dari banyaknya prestasi, tetapi juga dari sejauh mana nilai Pancasila benar-benar hidup dalam perilaku setiap warga sekolah.*

Leave a Reply

14 − eight =